My Personal Blog Ekosulistio Dot Com

Berbagi Apapun Yang Bisa Dibagi

Orang Muda Harus Jago Usaha

Cari uang sambil sekolah? Aduh, bikin berantakan pelajaran dong. Lagian pelajar kan tugasnya belajar, ngapain juga cari duit segala? Tapi, gimana kalau ortu nggak punya cukup uang ngebiayain studi kita?


Pelajar Wirausaha? Nggak haram kok
Semua orang pasti pingin semua kebutuhannya tercukupi. Hidup ‘pas-pasan’ jadi dambaan. Pas mau belanja ada duit, pas lapar ada makanan enak, atau pas suntuk ada pesawat yang siap nganter kita jalan-jalan (deu!). Buat yang punya ortu tajir sih nggak masalah. Tapi buat yang ortunya mesti pontang-panting cari nafkah, nggak tega lah ya kalo selalu nuntut kebutuhan kita dipenuhi.

But, kebanyakan kebutuhan kita terutama biaya sekolah pastinya nggak bisa disabar-sabarin nunggu punya uang. Bayaran sekolah, uang ujian, setoran beli buku atau foto copy semuanya harus ada ketika guru nagih. Trus, apa kita harus selalu merengek-rengek ke ortu kayak bocah minta dodol? Ya nggak dong! Walaupun usia muda, pelajar, atau katanya masih ingusan, bukan berarti kita nggak bisa mencari uang sendiri.

Jiwa enterpreuner atau wirausaha harus kita tumbuhkan sejak usia muda. Materi bukanlah satu-satunya manfaat yang kita dapat dari wirausaha, tapi jiwa kemandirian, pantang meyerah, pandai menciptakan peluang baru bagi diri dan orang lain, serta berbagai pengalaman hidup akan membentuk kita menjadi manusia yang utuh.

Allah SWT selalu memberikan potensi dan daya imajinasi kretif pada hambanya. Asahlah anugerah Allah itu secara bartahap, Allah akan membuka pintu-pintu rizkinya buatmu. Coba deh lihat sekeliling, pasti ada peluang usaha. Mulai juga untuk nggak ikut-ikutan pingin jadi karyawan perusahaan anu kalau sudah lulus kelak, bercita-cita menjadi orang yang menciptakan lapangan kerja jauh lebih baik buat kamu.

Pelajar yang bekerja sambil sekolah menurut beberapa remaja sangat kretif. “Asyik aja lagi, kesannya kreatif banget. Pasti dia tergolong tipikal orang yang nggak bisa diam dan nggak seneng kemonotonan hidup. Kerennya lagi, dia bisa langsung mengaplikasikan ilmunya ke dunia kerja,” tutur salah seorang pelajar putri dari SMU 15. Yang lain mengatakan “Sekul sambil kerja bukan hal gampang. Soalnya, kudu mikirin dua hal secara bersamaan. Tapi, dengan kerja, seseorang bisa punya pengalaman yang sangat berharga. Nggak cuma itu, hasil kerja pun bisa ngasih kebanggaan tersendiri, pergaulan jadi lebih luas dan bisa nambah pengetahuan. Disitulah letak kekreatifannya”.

Enterpreuner-nya Rasulullah SAW
Richard Cantillon, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko. Sedangkan Jose Carlos Jarillo-Mossi mengatakan bahwa wirausaha itu adalah seseorang yang merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan situasi dirinya, dan percaya bahwa kesuksesan merupakan suatu hal yang dapat dicapai. Andrias Harefa pun menambahkan bahwa kewirausahaan mengarahkan orang kepada kepemimpinan.

Nggak perlu bikin pengertian yang susah-susah, sebelum para pakar itu nongol Rasulullah SAW sudah mencontohkan kepada kita bagaimana menjadi wirausahawan sukses bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Jiwa entrepreunership Rasulullah SAW di bidang wirausaha sangat kental. Sejak usia 8 tahun beliau sudah mampu mencari nafkah dengan menggembala domba, ketika remaja usaha dagang beliau maju pesat dan investor berebut menanamkan modal padanya. Ketika dewasa beliau menjadi sosok pemimpin legendaris berjiwa entrepreneur dan manajerial dakwah yang tidak ada tandingannya.
Mau tahu rahasianya? Rasulullah SAW sangat mengedepankan kejujuran dan akhlak yang tidak berorientasi pada keuntungan semata. Sikap adil dan jujurnya bikin pelanggan puas, barang kualitas rendah dikatakan apa adanya dengan harga pantas. Walaupun belum menjadi nabi, beliau mengharamkan dirinya mengurang-ngurangi timbangan.

Beliau juga nggak pernah putus asa. Muhammad muda adalah sosok berhati baja yang selalu bangkit jika menemukan kegagalan. Hidup tanpa ayah dan ibu malah menjadi peluang bagi beliau untuk mandiri. Ketika tinggal di rumah pamannya–Abu Thalib–beliau tidak bertopang dagu, tapi ikut mencari nafkah dengan menggembala domba. Kerjanya penuh tanggung jawab dan memuaskan, domba gembalaannya dipastikan gemuk dan tak pernah hilang.

Beliau juga sangat menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaannya dalam transaksi dagang. Bisnis bagi Rasulullah tidak sebatas pertukaran uang dan barang terus dapat laba, tapi ada pencapaian yang berorientasi jauh ke depan yaitu menjaga kehormatan diri. Buat apa untung tapi orang ngedumel setelah menggunakan produk kita. Buat apa barang dagangan laku sesaat, tapi pelanggan menceritakaan jeleknya pelayanan kita pada orang lain. Sikap andalan Rasulullah dalam berusaha ini membuat beliau sangat dihargai dan membuat orang berpikir puluhan kali untuk menzolimi beliau.

Itu kan Rasulullah…!
Eit, jangan ngeles gitu dong. Menurut Adrias Harefa, penulis dan pakar manajemen yang sering menyebut dirinya Manusia Pembelajar, sesungguhnya kewirausahaan dalam batas tertentu adalah untuk semua orang. Artinya siapapun mampu berwirausaha, walaupun belum tentu jadi pengusaha besar..

Nggak percaya? Hal ini sudah dibuktikan lho sama Poppy King, wirausaha muda dari Australia yang terjun ke bisnis sejak usia 18 tahun. Menurut dia, ada tiga hal yang selalu dihadapi seorang wirausaha di bidang apapun, yaitu: obstacle (hambatan), hardship (kesulitan), very rewarding life (imbalan atau hasil bagi kehidupan yang memukau). Bukankah hambatan, kesulitan dan keberhasilan itu selalu ada dalam kehidupan tiap orang? Coba, siapa yang berani ngaku kalau hidupnya nggak pernah mengalami hal-hal itu? Nah, kalau tanpa wirausaha aja hambatan, kesulitan dan keberhasilan selalu ngikutin kita, kenapa nggak wirausaha sekalian?

Wirausaha juga bukan sesuatu yang abstrak, ia dapat dipelajari melalui berbagai konsep dan teori. Buku-buku, pelatihan, seminar dan orang-orang yang bisa kita jadikan guru ngejublek di mana-mana. Jadi wirausaha bukan bukat-bakatan lho. Tinggal kitanya nih, mau nggak terus belajar dan membuka diri untuk jadi wirausahawa?.

Dan fakta sejarah mengatakan bahwa orang-orang sukses kayak Bob Sadino, Bill Gates, atau pengusaha minyak Roman Abramovich adalah manusia biasa. Mereka bukan malaikat yang nggak pernah gagal, capek, ataupun sedih. Mereka manusia biasa kayak kita, cuma mereka punya kemauan dan nggak gampang patah arang. Kita juga bisa kan?

Nah, Sobat Nida, ternyata setiap kita punya kemampuan untuk berwirausaha. Sudah nggak zamannya kita berdalih nggak mampu ini-nggak bisa itu. Semua bisa tercapai jika ada kemauan. Ingat, gelar akademik nggak menjamin kesuksesan kita! Yuk raih untung, untung yang bukan kita aja yang ngerasain, tapi juga bisa dinikmati oleh kaum muslimin.

[Mala/Sumber Adrianus Harefa & MQMedia]

koleksi inspirasi dari hardisk, mau dibuang sayang, di share saja sama sobat ekosulistio.com

Terima kasih telah membaca “Orang Muda Harus Jago Usaha ” jika tulisan ini bermanfaat silahkan share dan comment, Thanks

Saat ini internet merupakan media yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, internet digunakan hampir
Kredit mudah masih ada ga ya? Yups saat ini mengajukan kredit sudah tidak sesulit dulu
Halo sobat Blogger, tak terasa kita berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun ini, semoga Ramadhan tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

My Personal Blog Ekosulistio Dot Com © 2016